Resume Materi PKKMB Day 2
Nama Pemateri 1 : Dimas Chairullah S.Sos, CPS
Judul materi: pengenalan nilai budaya dan etika kehidupan kampus, tata krama dan norma kehidupan kampus, terampil serta bijak dalam berkomunikasi melalui media sosial
Hasil Resume:
Perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat untuk menimba ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter mahasiswa melalui pengenalan nilai budaya, etika, tata krama, dan norma kehidupan kampus. Mahasiswa diharapkan mampu menjaga sikap, menghormati dosen, tenaga kependidikan, serta sesama mahasiswa sebagai wujud penerapan tata krama akademik. Selain itu, di era digital, keterampilan berkomunikasi yang bijak melalui media sosial menjadi hal penting, karena perilaku di ruang virtual turut mencerminkan integritas dan tanggung jawab sebagai civitas akademika. Dengan menanamkan nilai-nilai tersebut, mahasiswa dapat tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, beretika, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat.
Nama Pemateri 2 : KH Ma’ruf Khozin (Ketua Aswaja Center, PWNU Jatim
Judul Materi: Mahasiswa UNUSA sebagai Generasi Aswaja AnNahdliyah
Hasil materi:
Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) dipandang sebagai generasi penerus Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah yang tidak hanya menekankan kecerdasan intelektual, tetapi juga menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan. Sebagai bagian dari tradisi Nahdlatul Ulama, mahasiswa UNUSA dituntut untuk mengamalkan prinsip tawassuth, tawazun, tasamuh, dan i’tidal dalam setiap aspek kehidupan, baik di lingkungan kampus maupun masyarakat. Dengan semangat tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pribadi yang berakhlak mulia, moderat dalam berpikir, bijak dalam bertindak, serta siap berkontribusi nyata dalam membangun peradaban yang berkeadilan dan berkeadaban sesuai ajaran Aswaja An-Nahdliyah
Nama Pemateri 3 : Achmad Syafiuddin, S.Si., M.Phil., Ph.D
Judul : Pengembangan Karakter Mahasiswa: Antiplagiarism
Hasil Resume :
Menurut KBBI, plagiarisme adalah tindakan penjiplakan yang melanggar hak cipta, di mana seseorang mengambil karangan, pendapat, atau karya orang lain dan mengakuinya seolah-olah itu adalah miliknya sendiri.
Plagiarisme terjadi karena kurangnya pengetahuan tentang plagiarisme, takut jatuh, secara tidak sengaja menyalin sebuah karya orang lain, lupa mengutip sumber karya, dan lain sebagainya.
Dampak plagiarisme meliputi kerusakan reputasi dan kredibilitas, sanksi akademik seperti nilai buruk atau skorsing, konsekuensi hukum terkait pelanggaran hak cipta, dan hambatan bagi perkembangan diri dalam hal kreativitas dan keterampilan berpikir kritis. Plagiarisme juga merugikan pencipta asli karya dan dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan dari kolega dan institusi.

Komentar
Posting Komentar